Ketik Disini Untuk
Sumber : http://kisahdanceritakuu.blogspot.com/2013/10/cerita-sedih-penuh-air-mata-tentang.html
Di Mohon untuk sobat yang copy paste pada artikel ini untuk mencantumkan link sumber pada blog ini,thanks!!..
Sumber : http://kisahdanceritakuu.blogspot.com/2013/10/cerita-sedih-penuh-air-mata-tentang.html
Di Mohon untuk sobat yang copy paste pada artikel ini untuk mencantumkan link sumber pada blog ini,thanks!!..
Cerita Sedih Penuh Air
Mata Tentang Kakak
By Ikhsan Iskandar | Follow me On G+ Here
Kisah Sedih Perjuangan seorang Kakak - Kenalkan Saya Mela seorang gadis
kecil yang lahir di desa terpencil, pekerjaan setiap hari orang tuaku
adalah dengan membajak sawah. Aku juga mempunyai seorang kakak laki-laki
bernama Ikhsan, dia seorang kakak yang berumur beda 3 tahun dariku. Ini
kisah dan cerita tentang kakakku yang mungkin sedih dan mengharukan
buat Aku.
Suatu hari Aku ingin membeli sepatu, karena sepatu yang lama sudah
terlihat sobek. Jadi pada saat itu Aku mencuri uang di laci ayahku.
Namun ternyata ayahku terlanjur mengetahuinya. Ayah pun menanyakan hal
tersebut padaku juga kakak ikhsan "Siapa yang mencuri uang Ayah?" suara
Ayah yang keras dan penuh emosi. Namun Aku terdiam dan takut untuk
berbicara, karena tak satu pun dari kami berdua mau berbicara akhirnya
ayah berkata "Baik! karena kalian tidak ada yang mau mengaku maka kalian
berdua harus dihukum!" Tiba-tiba Kakak menggenggam tangan ayah dan
berkata "Ayah, Akulah yang telah mencuri uang ayah" Dia melakukan hal
itu hanya demi Aku. Ditengah malam Aku menangis, namun kakakku mengusap
air mataku dan berkata "Adik jangan menangis lagi, semua telah terjadi"
Saat itulah Aku tidak akan melupakan ekspresi kakak saat melindungi Aku.
Tahun itu Aku berusia 8 tahun dan kakakku berusia 11 tahun, tetapi
kejadian itu tak bisa aku lupa.
Ketika Aku diterima di sekolah Menengah Atas Negeri, pada saat yang sama
kakakku diterima juga untuk masuk di universitas negeri ternama. Malam
itu saat ayah duduk di halaman rumah, Aku mendengar pembicaraan ayah dan
Ibu "Ibu Anak-anak kita memiliki hasil yang sangat baik" ucap ayah. Dan
pada saat itu Ibu langsung mengeluarkan air mata dan berkata "Tapi apa
gunanya, tak mungkin kita bisa membiayai keduanya?" Suara ibu dengan
serak tangis. Pada saat itu juga kakakku berjalan keluar dan berdiri
didepan Ayah dan ibu sambil berkata "Ayah, Aku tidak akan melanjutkan
sekolah lagi, Aku sudah lulus SMA, dan Aku hanya ingin bekerja". Tapi
sepertinya Ayah terlihat marah dan berkata "Mengapa kamu mempunyai sikap
lemah, Ayah akan membiayai kalian berdua meski harus mengemis di
jalanan" dan kemudian Ayah langsung pergi untuk meminjam uang ke rumah
saudara dan tetangga. lalu Aku pun datang dan menyentuh lembut wajah
kakakku dan aku berkata padanya "Anak laki-laki harus melanjutkan
sekolahnya. jika tidak, kakak tidak akan mampu mengatasi kemiskinan yang
kita alami" Ujar Aku dengan tangis. Di sisi lain, Aku telah memutuskan
untuk tidak melanjutkan sekolah di SMA Negeri.
Tak ada yang tahu pada hari berikutnya sebelum subuh, kakakku
meninggalkan rumah dengan meninggalkan catatan di bantal "Dik, masuk ke
SMA negeri tidaklah mudah. Dengan ijazah SMA ini kakak akan pergi
mencari kerja dan kakak akan mengirimkan uang untuk kamu" Aku pun
memegang erat kertas tersebut diatas tempat tidurku sambil menangis
hingga tertidur.
Dengan uang yang diperoleh ayah dengan cara meminjam ke saudara dan
tetangga juga dari uang kakakku yang dihasilkan dari bekerja sebagai
pengangkut semen. Akhirnya Aku lulus dan bisa masuk ke Universitas
Negeri yang dulu kakakku inginkan. Tahun itu Aku berusia 19 tahun dan
kakakku berusia 22 tahun.
Suatu hari Aku sedang belajar di kamar kost, lalu temanku datang dan
memberitahukan "ada seorang seperti pengemis sedang mencari kamu diluar
sana" Mengapa ada seorang pengemis mencari Aku? karena penasaran Aku pun
keluar, dan nampak dari jauh terlihat seseorang yang disekujur tubuhya
ditutupi semen dan kotoran debu yang ternyata dia adalah kakakku. "Aku
pun bertanya Mengapa kamu tidak bilang pada temanku bahwa kamu adalah
kakakku?" Dia menjawab sambil tersenyum "lihat bagaimana penampilanku,
apa yang akan mereka pikir kalau kamu adalah adikku? apakah mereka tidak
menertawakanmu?"
Aku merasa sangat tersentuh , dan air mata memenuhi mataku . Aku menyapu
kotoran dan debu dari tubuh kakakku. Dan Aku berkata padanya dengan
suara serak , " Aku tidak peduli apa yang orang akan katakan ! Kamu
adalah kakakku apa pun penampilan kamu"Dari Tasnya , ia mengeluarkan
sebuah laptop . Dia memberikannya padaku dan berkata , "kakak melihat
semua orang yang kuliah di Universitas ini memakainya . Aku pikir kamu
juga harus memiliki satu" Aku tidak bisa menahan diriku lagi . Aku
menarik kakakku ke dalam pelukanku dan menangis . Aku tahu harga laptop
itu sangat mahal, dan ia rela menghemat biaya hidupnya hanya untuk Aku.
Tahun itu , aku berusia 20 tahun , kakakku berusia 23 tahun.
***
Setelah Aku menikah, Aku tinggal di kota. suamiku dan aku mengundang
orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak
mau. Mereka mengatakan bila mereka meninggalkan desa, mereka tidak akan
tahu apa yang harus dilakukan dikota. kakakku tidak setuju denganku. Dia
berkata , "Dik, Kamu mengurus suami dan mertuamu saja. Aku akan
mengurus Ibu dan Ayah di sini"
Suamiku baru saja diangkat menjadi direktur diperusahaannya. Kami
meminta kakakku untuk mau menerima tawaran menjadi manajer pada
departemen pemeliharaan. Tapi kakak menolak tawaran itu . Dia bersikeras
bekerja sebagai tukang pengangkut semen.Suatu hari , kakakku tertimpa
tumpukkan semen sangat banyak, lukanya cukup parah sehingga harus
dikirim ke rumah sakit . Suamiku dan Aku mengunjungi dia di rumah sakit .
Melihat luka di sekujur tubuhnya, Aku menggerutu , "Kenapa kamu menolak
tawaran menjadi manajer? Manajer tidak akan melakukan sesuatu yang
berat seperti itu . Sekarang lihat diri kamu, kamu menderita cedera
serius . Kenapa kamu tidak mendengarkan kami!? "Dengan ekspresi serius
di wajahnya , ia membela keputusannya , " Aku memikirkan Adik iparku, ia
baru saja di angkat jadi direktur . Kalau saya, yang tidak
berpendidikan akan menjadi manajer , berita seperti apa yang akan
dikirimkan?" Mata suamiku pun dipenuhi air mata, dan kemudian Aku
berkata , "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku! " Dan kakakku
hanya menjawab "Mengapa Kamu berbicara tentang masa lalu ? " Sambil
kemudian dia memegang tanganku. Tahun itu , ia berusia 29 tahun dan Aku
berusia 26 tahun. Dan beberapa hari dirumah sakit akhirnya kakakku
meninggal. selama sebulan, hampir setiap hari aku menangisinya.
Kini Aku berada di puncak kejayaanku. Dalam sebuah acara seminar,
pembawa acara bertanya padaku " Siapakah orang yang Anda hormati dan
kasihi ?"Bahkan tanpa mengambil waktu untuk berpikir , Aku menjawab,
"Kakakku" Aku melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang
selalu kuingat . " Ketika saya masih di sekolah dasar, sekolah itu
letaknya di sebuah desa yang berbeda. Setiap hari , saya dan kakak saya
berjalan selama 2 jam ke sekolah juga kembali ke rumah. Suatu hari ,
Saya kehilangan satu dari sepatuku . Kakakku memberiku sepatu miliknya.
Dia hanya mengenakan satu sepatu milikku dan dia harus berjalan jauh .
Ketika kami tiba di rumah, kakinya begitu gemetaran karena menahan
kesakitan. Sejak hari itu , aku bersumpah bahwa selama saya hidup, saya
akan ingat kakakku dan akan selalu baik kepadanya, dialah yang telah
menjadikanku sukses seperti ini. Tapi kini, kakakku telah tiada" Tepuk
tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu mengalihkan perhatian mereka
kepadaku. Aku merasa sulit untuk berbicara tapi aku lanjutkan, "Dalam
seluruh hidup saya , yang saya ingin hanya mengucapkan terima kasih yang
paling dalam untuk kakak Saya" dengan suara serak di depan kerumunan,
tak terasa air mata bergulir di wajahku lagi.
Sumber : http://kisahdanceritakuu.blogspot.com/2013/10/cerita-sedih-penuh-air-mata-tentang.html
Di Mohon untuk sobat yang copy paste pada artikel ini untuk mencantumkan link sumber pada blog ini,thanks!!..
Sumber : http://kisahdanceritakuu.blogspot.com/2013/10/cerita-sedih-penuh-air-mata-tentang.html
Di Mohon untuk sobat yang copy paste pada artikel ini untuk mencantumkan link sumber pada blog ini,thanks!!..
Cerita Sedih Penuh Air
Mata Tentang Kakak
By Ikhsan Iskandar | Follow me On G+ Here
Kisah Sedih Perjuangan seorang Kakak - Kenalkan Saya Mela seorang gadis
kecil yang lahir di desa terpencil, pekerjaan setiap hari orang tuaku
adalah dengan membajak sawah. Aku juga mempunyai seorang kakak laki-laki
bernama Ikhsan, dia seorang kakak yang berumur beda 3 tahun dariku. Ini
kisah dan cerita tentang kakakku yang mungkin sedih dan mengharukan
buat Aku.
Suatu hari Aku ingin membeli sepatu, karena sepatu yang lama sudah
terlihat sobek. Jadi pada saat itu Aku mencuri uang di laci ayahku.
Namun ternyata ayahku terlanjur mengetahuinya. Ayah pun menanyakan hal
tersebut padaku juga kakak ikhsan "Siapa yang mencuri uang Ayah?" suara
Ayah yang keras dan penuh emosi. Namun Aku terdiam dan takut untuk
berbicara, karena tak satu pun dari kami berdua mau berbicara akhirnya
ayah berkata "Baik! karena kalian tidak ada yang mau mengaku maka kalian
berdua harus dihukum!" Tiba-tiba Kakak menggenggam tangan ayah dan
berkata "Ayah, Akulah yang telah mencuri uang ayah" Dia melakukan hal
itu hanya demi Aku. Ditengah malam Aku menangis, namun kakakku mengusap
air mataku dan berkata "Adik jangan menangis lagi, semua telah terjadi"
Saat itulah Aku tidak akan melupakan ekspresi kakak saat melindungi Aku.
Tahun itu Aku berusia 8 tahun dan kakakku berusia 11 tahun, tetapi
kejadian itu tak bisa aku lupa.
Ketika Aku diterima di sekolah Menengah Atas Negeri, pada saat yang sama
kakakku diterima juga untuk masuk di universitas negeri ternama. Malam
itu saat ayah duduk di halaman rumah, Aku mendengar pembicaraan ayah dan
Ibu "Ibu Anak-anak kita memiliki hasil yang sangat baik" ucap ayah. Dan
pada saat itu Ibu langsung mengeluarkan air mata dan berkata "Tapi apa
gunanya, tak mungkin kita bisa membiayai keduanya?" Suara ibu dengan
serak tangis. Pada saat itu juga kakakku berjalan keluar dan berdiri
didepan Ayah dan ibu sambil berkata "Ayah, Aku tidak akan melanjutkan
sekolah lagi, Aku sudah lulus SMA, dan Aku hanya ingin bekerja". Tapi
sepertinya Ayah terlihat marah dan berkata "Mengapa kamu mempunyai sikap
lemah, Ayah akan membiayai kalian berdua meski harus mengemis di
jalanan" dan kemudian Ayah langsung pergi untuk meminjam uang ke rumah
saudara dan tetangga. lalu Aku pun datang dan menyentuh lembut wajah
kakakku dan aku berkata padanya "Anak laki-laki harus melanjutkan
sekolahnya. jika tidak, kakak tidak akan mampu mengatasi kemiskinan yang
kita alami" Ujar Aku dengan tangis. Di sisi lain, Aku telah memutuskan
untuk tidak melanjutkan sekolah di SMA Negeri.
Tak ada yang tahu pada hari berikutnya sebelum subuh, kakakku
meninggalkan rumah dengan meninggalkan catatan di bantal "Dik, masuk ke
SMA negeri tidaklah mudah. Dengan ijazah SMA ini kakak akan pergi
mencari kerja dan kakak akan mengirimkan uang untuk kamu" Aku pun
memegang erat kertas tersebut diatas tempat tidurku sambil menangis
hingga tertidur.
Dengan uang yang diperoleh ayah dengan cara meminjam ke saudara dan
tetangga juga dari uang kakakku yang dihasilkan dari bekerja sebagai
pengangkut semen. Akhirnya Aku lulus dan bisa masuk ke Universitas
Negeri yang dulu kakakku inginkan. Tahun itu Aku berusia 19 tahun dan
kakakku berusia 22 tahun.
Suatu hari Aku sedang belajar di kamar kost, lalu temanku datang dan
memberitahukan "ada seorang seperti pengemis sedang mencari kamu diluar
sana" Mengapa ada seorang pengemis mencari Aku? karena penasaran Aku pun
keluar, dan nampak dari jauh terlihat seseorang yang disekujur tubuhya
ditutupi semen dan kotoran debu yang ternyata dia adalah kakakku. "Aku
pun bertanya Mengapa kamu tidak bilang pada temanku bahwa kamu adalah
kakakku?" Dia menjawab sambil tersenyum "lihat bagaimana penampilanku,
apa yang akan mereka pikir kalau kamu adalah adikku? apakah mereka tidak
menertawakanmu?"
Aku merasa sangat tersentuh , dan air mata memenuhi mataku . Aku menyapu
kotoran dan debu dari tubuh kakakku. Dan Aku berkata padanya dengan
suara serak , " Aku tidak peduli apa yang orang akan katakan ! Kamu
adalah kakakku apa pun penampilan kamu"Dari Tasnya , ia mengeluarkan
sebuah laptop . Dia memberikannya padaku dan berkata , "kakak melihat
semua orang yang kuliah di Universitas ini memakainya . Aku pikir kamu
juga harus memiliki satu" Aku tidak bisa menahan diriku lagi . Aku
menarik kakakku ke dalam pelukanku dan menangis . Aku tahu harga laptop
itu sangat mahal, dan ia rela menghemat biaya hidupnya hanya untuk Aku.
Tahun itu , aku berusia 20 tahun , kakakku berusia 23 tahun.
***
Setelah Aku menikah, Aku tinggal di kota. suamiku dan aku mengundang
orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak
mau. Mereka mengatakan bila mereka meninggalkan desa, mereka tidak akan
tahu apa yang harus dilakukan dikota. kakakku tidak setuju denganku. Dia
berkata , "Dik, Kamu mengurus suami dan mertuamu saja. Aku akan
mengurus Ibu dan Ayah di sini"
Suamiku baru saja diangkat menjadi direktur diperusahaannya. Kami
meminta kakakku untuk mau menerima tawaran menjadi manajer pada
departemen pemeliharaan. Tapi kakak menolak tawaran itu . Dia bersikeras
bekerja sebagai tukang pengangkut semen.Suatu hari , kakakku tertimpa
tumpukkan semen sangat banyak, lukanya cukup parah sehingga harus
dikirim ke rumah sakit . Suamiku dan Aku mengunjungi dia di rumah sakit .
Melihat luka di sekujur tubuhnya, Aku menggerutu , "Kenapa kamu menolak
tawaran menjadi manajer? Manajer tidak akan melakukan sesuatu yang
berat seperti itu . Sekarang lihat diri kamu, kamu menderita cedera
serius . Kenapa kamu tidak mendengarkan kami!? "Dengan ekspresi serius
di wajahnya , ia membela keputusannya , " Aku memikirkan Adik iparku, ia
baru saja di angkat jadi direktur . Kalau saya, yang tidak
berpendidikan akan menjadi manajer , berita seperti apa yang akan
dikirimkan?" Mata suamiku pun dipenuhi air mata, dan kemudian Aku
berkata , "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku! " Dan kakakku
hanya menjawab "Mengapa Kamu berbicara tentang masa lalu ? " Sambil
kemudian dia memegang tanganku. Tahun itu , ia berusia 29 tahun dan Aku
berusia 26 tahun. Dan beberapa hari dirumah sakit akhirnya kakakku
meninggal. selama sebulan, hampir setiap hari aku menangisinya.
Kini Aku berada di puncak kejayaanku. Dalam sebuah acara seminar,
pembawa acara bertanya padaku " Siapakah orang yang Anda hormati dan
kasihi ?"Bahkan tanpa mengambil waktu untuk berpikir , Aku menjawab,
"Kakakku" Aku melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang
selalu kuingat . " Ketika saya masih di sekolah dasar, sekolah itu
letaknya di sebuah desa yang berbeda. Setiap hari , saya dan kakak saya
berjalan selama 2 jam ke sekolah juga kembali ke rumah. Suatu hari ,
Saya kehilangan satu dari sepatuku . Kakakku memberiku sepatu miliknya.
Dia hanya mengenakan satu sepatu milikku dan dia harus berjalan jauh .
Ketika kami tiba di rumah, kakinya begitu gemetaran karena menahan
kesakitan. Sejak hari itu , aku bersumpah bahwa selama saya hidup, saya
akan ingat kakakku dan akan selalu baik kepadanya, dialah yang telah
menjadikanku sukses seperti ini. Tapi kini, kakakku telah tiada" Tepuk
tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu mengalihkan perhatian mereka
kepadaku. Aku merasa sulit untuk berbicara tapi aku lanjutkan, "Dalam
seluruh hidup saya , yang saya ingin hanya mengucapkan terima kasih yang
paling dalam untuk kakak Saya" dengan suara serak di depan kerumunan,
tak terasa air mata bergulir di wajahku lagi.
Sumber : http://kisahdanceritakuu.blogspot.com/2013/10/cerita-sedih-penuh-air-mata-tentang.html
Di Mohon untuk sobat yang copy paste pada artikel ini untuk mencantumkan link sumber pada blog ini,thanks!!..
Sumber : http://kisahdanceritakuu.blogspot.com/2013/10/cerita-sedih-penuh-air-mata-tentang.html
Di Mohon untuk sobat yang copy paste pada artikel ini untuk mencantumkan link sumber pada blog ini,thanks!!..
